Esensi Bahagia
Ingat kata-kata ”Don’t Worry, Be Happy” seperti yang ada dalam lirik lagu Bob Marley berikut:
”In every life we have some trouble. When you worry you make it double. Don’t worry, be happy.”
Upaya terbaik memang dapat menghasilkan kesuksesan besar, tetapi bukan berarti merupakan jaminan sebuah akhir kehidupan sebagai manusia yang penuh arti. Apalagi jika disangkut pautkan dengan kata "BAHAGIA"
Mungkin banyak persepsi manusia dalam mengukur kebahagiaan.
Beberapa orang akan beranggapan menilai mengatakan bahagia dilihat dari:
1. Kekayaan
2. Fisik
3. Ketenaran
4. Kedudukan
5. Kecerdasan.
Tak ada yang salah dari setiap pemikiran seseorang.
Saya akan memberikann secercah contoh dari setiap pemikiran orang dalam mendefinisikan kebahagiaan.
1. Jika kebahagiaan dinilai dari kekayaan, tentu saja Adolf Merkle yaitu orang terkaya di jerman tidak akan bunuh diri dengan menabrakkan dirinya ke sebuah kereta didekat rumahnya.
2. Jika kebahagiaan dinilai dari Fisik, tentu saja Merlyn monroe yaitu salah satu yang paling ikonik sepanjang masa tidak akan bunuh diri dengan over dosis obat.
3. Jika kebahagiaan dinilai dari ketenaran, tentu saja Elvis Presley tidak akan bunuh diri dengan over dosis obat
4. Jika kebahagiaan dinilai dari kedudukan, tentu saja adolf Hitler sang diktaktor NAZI tidak akan bunuh diri dengan meminum racun sianida.
5. Jika kebahagiaan dinilai dari tingkat Kecerdasan seseorang, tentu sajaa Edwin Armstrong sang penemu Radio FM tidak akan bunuh diri dengan terjun dari lantai 13 apartemennya.
Lalu, sebenernya dari mana esensi kata yang sering diucapkan dari sosok "Kebahagiaan"?
Komentar
Posting Komentar